Sumatera Utara
Kab. Karo, Kab Simalungun, Kab Dairi, Kab. Pakpak Bharat, dan Kab. Mandailing Natal
Jenis Biji Kopi Campuran Arabika & Robusta, Arabika memberi aroma dan keasaman, Robusta memberi kekuatan dan crema negara penghasil kopi ini dari Brazil + Ethiopia, atau Aceh + Toraja, kopi ini menciptakan keseimbangan rasa dan aroma, Umum digunakan dalam kopi komersial (kopi sachet, kopi susu, espresso),tujuan dari kopi campuran ini untuk menyesuaikan rasa, efisiensi biaya,target spesifik konsumen, inovasi dan diferensiasi.
Kopi Robusta berasal dari Afrika Tengah dan Barat, terutama wilayah Kongo dan Uganda. Ditemukan lebih belakangan dibanding Arabika, Robusta mulai dibudidayakan secara luas pada abad ke-19 karena ketahanannya terhadap penyakit dan iklim panas, tumbuh pada ketinggian 200 – 800 meter di atas permukaan laut, suhu ideal 24–30°C dengan curah hujan: 2.000 – 3.000 mm/tahun, tinggi tanaman sekitar 4,5 – 6 meter.
Kopi Arabika berasal dari wilayah dataran tinggi Ethiopia dan merupakan jenis kopi pertama yang dibudidayakan secara komersial. Nama "Arabika" berasal dari Jazirah Arab, karena kopi ini diperkenalkan ke dunia melalui perdagangan dari Yaman. Tumbuh pada ketinggian 800 – 2.200 meter di atas permukaan laut dengan Suhu ideal: 15–24°C, Curah hujan: 1.200 – 2.200 mm/tahun, ciri-ciri daun lebih halus dan kecil dari kopi Robusta, tinggi tanaman sekitar 2,5 – 4,5 meter.
Kopi yang ditanam dan diproses tanpa menggunakan bahan kimia sintetis, seperti pestisida, herbisida, atau pupuk buatan. Mengandalkan pupuk alami (kompos, pupuk kandang) dan metode ramah lingkungan.
Kopi yang ditanam menggunakan bahan kimia sintetis, seperti pupuk kimia, pestisida, atau herbisida. Umum digunakan untuk meningkatkan hasil panen secara cepat dan efisien..